Menurut
kitab sakti KBBI, investasi adalah penanaman uang atau modal pada suatu
perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Jadi jelas
dalam benak saya investasi itu tidak jauh-jauh dari yang namanya uang,
uang dan uang. Orang yang telah berinvestasi (investor), akan mendapat
keuntungan dari hasil investasinya. Meski tugas seorang investor cuman
‘diam’ tapi selama usahanya untung maka diamnya investor tetap saja
mendapat kiriman uang dari keuntungan usaha tersebut.
Tapi bagaimana jika yang diinvestasikan adalah sebuah dosa? Hal
tersebutlah yang dicoba dijabarkan oleh ust. Dwi Condro, seorang pakar
ekonomi islam, dalam bukunya “Dosa Investasi”. Sebuah dosa yang sudah
lama dilupakan oleh umat islam. Dosa yang paling banyak membanjiri tubuh
umat islam. Bahkan sebuah dosa yang bisa menenggelamkan
individu-individu kaum muslimin ke dalam neraka, tanpa kecuali.
Dosa ‘investasi’ adalah dosa yang akan diperoleh orang islam hanya
karena ‘diam’, tidak melakukan apa-apa. Cukup hanya ‘diam’ maka orang
tersebut akan senantiasa mendapatkan kiriman dosa. (hal. 2)
Lho kog bisa kita mendapat kiriman dosa padahal kita sendiri tidak ikut
terlibat atau bersekongkol mengerjakan dosa? Jawabnya bisa saja. Misal
dalam perkara mengurus jenazah. Mengurus jenazah adalah kewajiban yang
harus dipikul bersama oleh kau muslimin (fardhu kifayah).
Jika tidak ada
satu orang pun yang mau mengurus jenazah itu, maka semua orang islam
akan menanggung dosanya. Mengapa berdosa? Karena semuanya ‘diam’, tidak
mau melaksanakan fardhu kifayah tersebut.
Jadi mulai mengerti ya? Yang dimaksud dengan dosa ‘investasi’ adalah
dosa yang muncul karena fardhu kifayah yang tidak diamalkan oleh kaum
muslimin. Jadi dosa ‘investasi’ itu sebenarnya sama dengan dosa
‘kifayah’.
Itu baru dari persoalan tidak terurusnya jenazah seorang muslim, lalu
bagaimana perkara-perkara lainnya yang bisa menimbulkan dosa investasi!
Mulai dari kasus perzinahan, pembunuhan, perampokan, korupsi,
pemurtadan, pelecehan, penindasan, pembantaian, kekafiran, sampai kasus
kemusryrikan. Kasus-kasus tersebut berpotensi menjadi dosa investasi
yang harus ditanggung bersama. Entah sudah berapa banyak dosa
‘investasi’ harus ditanggung oleh kaum muslimin?
Dan sudah berapa lama
dosa ‘investasi’ itu akan ditanggung oleh kaum muslimin?
Sama seperti buku karya ust. Dwi Condro sebelumnya yaitu ‘Retorika Untuk
Mengguncang Dunia’, membaca buku karya beliau selain membuat pembaca
mesam mesem karena bahasanya yang santai dan mengalir, tetapi juga bisa
membuat pembaca mengalami ‘keguncangan’ disebabkan ‘kengerian’ fakta
yang dijabarkan.
Bisa jadi saya nyesel kadung beli buku ini karena setelah membacanya
saya menjadi ‘pesimis’ bisa langsung masuk surga, tanpa harus mencicipi
neraka. Mengingat dosa investasi yang mungkin ikut saya tanggung,
astaghfirullah. Tapi saya akan lebih menyesal lagi tidak membacanya,
setidaknya dari membaca buku ini saya harus lebih berusaha untuk
menghindarkan dari segala macam dosa, dan memohon hidayah-Nya,
taufik-Nya, serta memohon petunjuk-Nya, agar senantiasa diberi kekuatan
untuk selalu berada di jalan yang benar dan bisa meninggal dunia dalam
keadaan khusnul khotimah. Allahumma aamiin..
Harga Rp. 40.000,-[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar