TOKO ONLINE

PENGUNJUNG

Menjadi Orang Asing, Kembali ke Titik Nol

Sudah masyhur seantero negeri. Bahwa bunga hutang bumi Allah yang bernama Indonesia ini memiliki beban bunga hutang mencapai angka ribuan T. MasyaAllah, besar memang. Belum pokoknya.... Sampai-sampai berbagai wacana hendak dilakukan guna menutup bunga hutang. Mulai dari Uang Amil Zakat sampai Dana Talangan Haji. Entah seperti apa kabarnya itu.
Yang terjadi hingga kini, adalah kegilaan pemerintah dalam mentarget rakyat dengan pajak. Yup, aneka pajak itu yang kemudian dialokasikan untuk menutup bunga hutang. Kelar hutangnya? NO... Meski aneka pajak telah disedot dan dibebankan pada rakyat, dan bahkan akan memberlakukan pajak bagi B-Ol alias bisnis online, dan yang terbaru HP bakal dipajakin. Hellow... Apa kata Dunia?


Syukur kalau pajaknya langsung dibuat bayar hutang dan bunganya. Yang ada malah menjadi ladang basah untuk dikorupsi. Berapa kasus coba yang tersangkut korupsi pajak? Miris, naudzubillah.😭😭😭

Selain pajak, punggawa negeri ini rajin sekali ngejual BUMN yang dimiliki, atau mininal diagunkan karena utang luar negeri lagi. Astaghfirullah, malah dengan tanpa dosa Menkeu bilang, "Negeri ini kan kaya, kenapa takut hutang." statement macam apa pula itu.
Layar kehidupan pemerintah secara struktural memang amburadul, bukan hanya oknum/rezim tertentu yang tak berakhlakul karimah. Tapi lebih didominasi pada keserakahan pada dunia dengan menerapkan aturan Kapitalisme. Yang meniadakan peran Allah, dalam kehidupan. Mereka gemar berhutang, mereka gemar menghabiskan uang rakyat, yang mereka sendiri sampai bingung kemana saja uang itu.

Di negeri yang mayoritas Muslim ini, aturan Islam tidak diterapkan. Sampai-sampai mereka lupa betapa Besar dosa riba itu. Iyah riba, bunga hutang itu riba. Dan betapa Allah mencap pelaku Riba itu sebagai bentuk pernyataan perang kepada Allah dan Rosulnya. Ngeri kan, masak iya kita berani nantangin Allah dan Rosul perang. Belum lagi dosa paling ringannya, yakni seperti anak laki-laki menzinahi ibu kandungnya. Naudzubillah...

Memang, masa-masa ngetrendnya riba ini, kita yang tidak mau terjerumus menjadi orang asing. Seharusnya, negeri ini berani menjadi negeri Asing dengan taubat Riba. Kembali ke titik nol bukanlah hal hina. Justru itu awal dari jalan kemuliaan yang ditapaki. Agar negeri ini Bebas Riba. Karena diperlukan keberanian penguasa dalam membangun ketaqwaan Negara untuk membentengi ketaqwaan Individu dan masyarakat. Menjadi Negeri Asing dan Kembali ke titik nol? Why not? Menjadi orang asing dan kembali ke titik nol? why not?
 
Rp. 129.000
  • Berat :330 g
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Produk TerPopular